Langkah Jitu Jadi Penerjemah

Kemampuan berbahasa asing menjadi nilai berharga bagi setiap orang saat ini. Bagaimana tidak? Asupan informasi bagi masyarakat yang berorientasi pada perkembangan tren serta teknologi tentunya menjadi celah bagi Anda untuk menceburkan diri sebagai pemberi layanan yang menjembatani pemahaman dua bangsa melalui bahasa yang berbeda. Kalau bukan penerjemah atau juru bahasa, apalagi nama profesi yang sebagian orang sebut sebagai pekerjaan “mulia” itu? (meminjam istilah rekan saya yang berbeda profesi). Tugas mulia inilah yang kian hari kian bertambah jumlahnya mengikuti arus “surga informasi” dewasa ini.

Melalui tulisan yang singkat ini, saya ingin berbagi pengalaman dan gagasan, yang barangkali dapat bermanfaat untuk menambah wawasan kita yang ingin menjadi seorang penerjemah.
Profesi alih bahasa ini melahirkan penerjemah dan juru bahasa (interpreter), keduanya sama-sama melakukan alih bahasa namun bedanya, kalau penerjemah, medannya adalah bahasa tulis, sedangkan juru bahasa (interpreter) medannya adalah bahasa lisan. Kali ini cakupan yang saya bahas adalah bagaimana menjadi penerjemah sebagaimana judul di atas.
Mungkin Anda berpikir, untuk menjadi penerjemah haruslah datang dari pendidikan formal bahasa atau sastra, sebetulnya tidak juga. Berdasarkan pengamatan saya di lapangan, menjadi penerjemah tidaklah perlu memiliki latar belakang S1 di bidang penerjemahan atau pun sastra, karena melakukan proses menerjemah terkait dengan seberapa jauh pengetahuan kita pada objek yang sedang kita terjemahkan dan seberapa piawai kita mencari padanan kata yang pas dari bahasa sumber (misal, Inggris) untuk diterapkan ke bahasa target (Bahasa Indonesia). Apa pun latar belakang akademis Anda, asalkan punya kemampuan memadai dalam bidang penerjemahan, Anda bisa terjun ke profesi ini.
Sedikit cerita, pertama kali saya mendapatkan job menerjemah, sama sekali tidak berkaitan dengan apa yang pernah saya pelajari di bangku kuliah. Kala itu, sekitar tahun 2008, seorang kawan menantang saya menerjemahkan berlembar-lembar kertas mengenai bidang pengeboran minyak untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tanpa pikir panjang, saya ambil tantangan tersebut, melakukan brainstorming dan mencari materi pendukung yang mesti dipahami untuk menerjemahkan proyek tersebut, selanjutnya aksi!
Singkat cerita, amanah menerjemahkan rampung. Pengiriman pun dilakukan. Lewat email tentunya, sudah bukan zamannya mengirim lewat pos lagi. Tahukah Anda? pihak klien ternyata kembali memakai jasa saya (beserta tim) dengan kuantitas yang lebih besar. Artinya, mereka cukup puas dengan hasil yang kami berikan. Padahal, hanya sedikit strategi yang digunakan pada saat menerjemahkan materi tersebut. Mau tahu apa strateginya? Baiklah, kata orang bijak, berbagi hal bermanfaat dengan orang lain akan mendatangkan kebaikan yang lebih untuk diri kita, dan saya yakin itu.
Pertama, padanan kalimat harus make sense (dipahami secara jelas). Jika dalam kalimat singkat makna keseluruhan dapat dipahami, maka persingkatlah terjemahan tersebut, jangan diperpanjang. Artinya, kita tak perlu letterlijk menyamakan bentuk kalimat sumber dengan kalimat target.
Kemudian, karya penerjemahan yang baik, tidak terlepas dari segi “mengalir”nya suatu kalimat sehingga menjadi kalimat yang nikmat dibaca dan sesuai dengan rasa sintaksis di bahasa target. Sehingga jika suatu terjemahan sudah nikmat dibaca dan tak terkesan sebagai hasil terjemahan dari sisi pembaca, dapatlah kita katakan karya terjemahan tersebut sudah layak mendapat predikat jempolan.
Selanjutnya, konsistensi. Hal ini penting karena jika tidak konsisten saat menerjemahkan suatu kata, maka akan menimbulkan kebingungan bagi pembaca. Dan hal ini tidak baik. Misalnya, Anda menerjemahkan launch dengan merilis, sebaiknya ingat baik-baik kalau perlu dicatat bahwa Anda menerjemahkannya dengan merilis dan jangan gunakan kata lain seperti meluncurkan dsb.
Maraknya peranti lunak daring yang membantu melakukan proses lokalisasi, harapnya dihindari, karena kepercayaan klien kepada Anda adalah hal yang patut dijadikan prioritas. Tentu Anda tidak ingin kehilangan klien karena suatu kelalaian bukan?
Mengenai gudang informasi seputar penerjemahan, saya sarankan berkunjung dan berkelindan di milis bahtera. Milis yang digawangi oleh Sofia Mansoor ini juga dikelola oleh para senior yang juga aktif di HPI (Himpunan Penerjemah Indonesia), yang saat ini diketuai oleh Eddi R. Notowidigno. Anda juga dapat bertemu dengan para penerjemah senior yang sudah lama makan asam garam di profesi ini. Terhitung pula nama Hikmat Gumilar, Harry Hermawan, Ade Indarta dan masih banyak lagi. Saya yakin, jika Anda memang mencintai profesi atau hobi menerjemah, Anda akan langsung berkelindan di sana. Silakan mencoba.:)

5 thoughts on “Langkah Jitu Jadi Penerjemah

  1. blog ini memberikan saya info tambahan bagaiman menjadi penerjemah maupun interpreter ,,, thanks Mr. Arif,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s