Dua belas butir aturan tentang Ahmadiyyah

Rabu, 10-01-2008

1 Muharram 1429 H

Bersama: Adian Husaini

Semalam saya bersama ayah menghadiri acara menyambut tahun baru islam di masjid alazhar jakpermai bekasi. Kami tiba disana ba’da isya padahal acara dimulai ba’da maghrib. Kami kira kami terlambat menghadiri acara itu, ternyata tidak. Ba’da isya diisi dengan ceramah kajian oleh ust. Fakhri luqman SS. Lulusan Universitas Indonesia yang berisikan tentang Waktu.  Waktu yang harus selalu dimanfaatkan dengan baik oleh ummat islam. Beliau bercerita dan memaparkan  reviewnya tentang ummat islam saat ini yang sudah terlampau jauh melupakan kehebatannya, kemuliaannya sampai pada tahun baru agamannya sendiri pun ummat islam telah lupa. Mereka tertidur terbuai dengan angan-angan duniawi yang tak lain hanyalah gurauan. “akan datang suatu hari dimana kalian ummat islam akan mengikuti jalan sebelum kalian hingga apabila mereka masuk liang biawak pun niscaya kalian akan memasukinya”, hadits rasul. Sebagaimana di dalam Al-Quran dijelaskan “wamaal hayaatat dunyaa illaa mataa’ul Ghuruur”.  Diantaranya beiau memaparkan tentang kelemahan dan keterpurukan yang dialami muslimiin saat ini, diantara sifat yang menggambarkan kelemahan yang menghancurkan itu adalah, al-jahlu (bodoh), adh-dho’if (lemah), at-taqlid (manut tanpa mengetahui dalil), kemudian at-tafarruq (perpecahan).

Pembicara kedua yaitu tokoh yang saya tungu-tungu dari rumah semenjak berangkat. Ust. Adian Husaini MA. turut meramaikan dan berpartisipasi mengisi khazanah pengetahuan kepada para jama’ah yang hadir saat malam itu. Kedatangnnya di sambut dengan gema takbir oleh MC yang sebelumnya diisi pula dengan semacam simulasi dan kuesioner berhadiah bagi jama’ah terjauh dan terdekat rumahnya, serta yang paling banyak membawa rombongan berhak mendapatkan hadiah di malam itu. Setelah MC selesai, dan Al-ustadz sampai memasuki masjid maka para jamaah pun menggemakan takbir sebagai deskripsi luapan semangat keislaman mereka.

Malam itu Bapak Adian Husaini MA. Berbicara dengan penuh kewibawaannya sebagai seorang aktivis dan Da’i namun aroma tawadhu’ nya tak terelakan pula. Ia memulai dengan kalimat  pengantarnya kemudian mempresentasikan judul bahasannya mengenai keikhlasan. Dalam penjelasannya beliau mengutip beberapa hadits rasulullah, “Jikalau ummat islam telah mencintai dunia maka hilanglah seluruh kehebatannya dan kharismanya”. Hal itu relevan sekali dengan kondisi ummat islam saat ini, tuturnya kepada para jama’ah. Ia menambahkan dengan mengulas kembali sejarah keberhasilan perang ummat Islam versus kafir beserta dengan kekalahannya. Pada perang badar kita mengalami kemenangan yang gilang gemilang karena masih memegang prinsip islam dan patuh kepada seruan rasulullah, namun mengapa pada saat perang uhud kita mengalami kekalahan yang tidak lain disebabkan karena ummat muslimiin sebagian besar telah lebih mencintai dunia dan mengabaikan seruan rasulullah agar para pemanah perang jangan ada yang turun dari bukit walau keadaan apapun sampai rasulullah yang memerintahkan. Al-ustadz pun menjelaskan bahwa musibah yang diderita oleh sebuah negeri pun disebabkan karena keegoisannya dan kecintaannya kepada hal dunia, keikhlasan tidak lagi diperhitungkan dan menjadi sohoran. Padahal kelak semua manusia akan dimintai pertanggungjawabkan tehadap apa yang telah mereka kerjakan.

Lebih-lebih mereka yang memegang andil kepentingan orang banyak, maka akan lebih mendetail pula pertanyaannya. Para pemegang kekuasaan di kursi yang empuk yang sama sekali tidak memikirkan rakyat. Kesejahteraan rakyat bukanlah priroitas tujuan bagi mereka. Bagi mereka bagaimana meraup keuntungan sebanyak-banyaknya bagi pribadi dan kepentingan golongannya. Dalam paparan selanjutnya ust. Adian Husaini MA kembali mengkritisi masalah yang selama ini menjadi kendala kemajuan pada ummat islam. “sungguh mencengangkan, sekarang saya baru tau ternyata kita selama ini telah salah dalam pengajaran, pantas saja para santri atau murid Madrasah tidak menjadikan para sahabat rasul menjadi idola mereka. Mereka lebih mengenal tokoh Indonesian Idol, AFI dan sebagainya dan lebih mencintai mereka ketimbang para tokoh islam”, Papar beliau. Kemudian beliau menambahkan, “ternyata ada yang salah pada buku pelajaran sejarahnya. Saya telah pelajari kembali bukunya. Pantas kalau mereka tidak bangga dan mencitai para sahabat rasulullah, dimana dinyatakan didalam buku tersebut kejelekan sifat-sifat sahabat Utsman bin ‘Affan yang saat itu memegang kursi pemerintahan disebutkan segala sifat kediktatorannya, memprioritaskan golongannya ketimbang rakyatnya dan masih banyak lagi  contoh-contoh yang menjelekan para tokoh muslim yang lainnnya”. Tambah ust. Adian sebagai seorang aktivis. Fakta inilah yang mebuat saya sebagai audiens tercengang dan membenarkan pernyataan beliau tentangnya. Saya pun masih ingat ketika di Madrasah dulu memang itulah yang tertulis dalam buku-buku sejarah Kebudayaan Islam. Begitu gencarnya serangan halus yang dilemparkan para musuh islam sampai-sampai kepada hal urgent seperti itu. Kemudian berita yang tidak kalah menarik lagi saudaraku! Ust. Adian kembali bercerita, kemarin belum lama saya pulang dari Malaysia, saya beserta kawan yang lain menemui bapak menteri Agama. Betapa kagetnya saya. Saya melihat didalam ruangan yang saat itu sedang ada beberapa orang penting membicarakan mengenai dua belas pokok butir tentang kepentingan golongan ahmadiyyah yang jelas-jelas dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia. Pada salah satu butir itu jelas mengatakan penuntutan pembubaran MUI. Bahkan presiden dan jajarannya pun telah dilobi mengenai hal itu. Tapi Alhamdulillah saya beserta kawan-kawan berhasil menggagalkan tuntutan itu”. Syukur al-uustadz.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s